Wednesday, 5 October 2016

10/05/2016 08:20:00 am

Assalamualaikum...Wr.Wb
[Media Maya - Bahan Perkuliahan] Pada kesempatan kali ini akan saya bagikan Makalah Psikologi Pendidikan. Makalah ini merupakan tugas saya ketika duduk di bangku perkuliahan. Jika ada yang kurang dari makalah ini mogon di komentari untuk perbaikan berikutnya.






  1. Pengertian Psikologi Pendidikan
Psikologi pendidikan adalah perkembangan dari psikologi perkembangan dan psikologi sosial, sehingga hampir sebagian besar teori-teori dalam psikologi perkembangan dan psikologi sosial digunakan di psikologi pendidikan. Psikologi pendidikan mempelajari bagaimana manusia belajar dalam setting pendidikan, keefektifan sebuah pengajaran, cara mengajar, dan pengelolaan organisasi sekolah. 
Psikologi pendidikan dapat diartikan sebagai salah satu cabang psikologi yang secara khusus mengkaji perilaku individu dalam konteks situasi pendidikan dengan tujuan untuk menemukan berbagai fakta, generalisasi dan teori-teori psikologi berkaitan dengan pendidikan, yang diperoleh melalui metode ilmiah tertentu, dalam rangka pencapaian efektivitas proses pendidikan. 
Tujuan psikologi pendidikan ialah mempelajari tingkah laku manusia dan perubahan tingkah laku itu sebagai akibat proses dari tangan pedidikan dan berusaha bagaimana suatu tingkah laku itu seharusnya dirubah, dibimbing melalui pendidikan. Dengan kata lain ahli psikologi pendidikan berusaha untuk mempelajari, menganallisa, menerangkan dan memimpin proses pendidikan sedemikian rupa sehingga mendaptkan suatu system pendidikan yang efisien.

2.  Psikologi Pendidikan Sebagai Ilmu Pengetahuan
Syarat-syarat ilmu pengetahuan yang ada pada umumnya serta persetujuan antara para ahli ilmupengetahuan sebagai berikut:
a.   Ilmu itu harus ada obyeknya, obyek itu dapat suatu yang berwujud, misalnya psikologi kimia dan ada pula sesuatu yang tidak berwujud misalnya ilmu pengetahuan.
b.   Ilmu itu disusun secara sistematis. Ilmu harus disusun secara teratur dan sehingga bagian bagiannya tidak bertentangan satu sama lain, tapi merupakan satu kesatuan yang lengkap.
c.    Ilmu harus memiliki metodelogi tertentu.
                
Masalah methodology mempenyai arti yang sangat penting dalam lapangan ilmu pengetahuan. Ilmiah tidaknya suatu penyelidikan tergantung pada methodologinya. Begitu pentingnya methodology ini sampai ada orang yang berpendapat bahwa criteria ilmu pengetahuan bukanlah persoalan yang akan diselidiki, tetapi methode penyelidikanlah yang dipergunakan. 
Bila methode penyelidikannya sifatnya ilmiah, tidak peduli apakah apakah yang diselidikan mineral, jiwa, bakteri, masalah social, maka hasilnya ilmiah pula. Methode dalam arti luas meliputi segala cara pengumpulan data, mengaalisis data, menyusun data menjadi suatu kebulatan. Jadi sudah jelas bahwa ilmu pendidikan merupakan salah satu obyek psikologi pendidikan.
  1. Psikologi Pendidikan Sebagai Ilmu Pengetahuan Yang Diterapkan Teknik
Di dalam lapangan ilmu pengetahuan kita sering membedakan adanya dua macam ilmu yaitu ilmu pengetahuan murni dan ilmu pengetahuan yang diterapkan. Ilmu pengetahuan murni bermaksud menelaah sesuatu secara teoritis dan sistematis. Penyelidikannya bertujuan untuk mendapatkan kebenaran.
Bagi orang yang bergerak dalam lapangan psikologi pendidikan, perbedaan itu perlu disadari, sebab banyak kalangan-kalangan yang membicarakan tingkah laku sistematis yang dapat berguna bagi mereka yang bergerak dalam lapangan teoritis sering dianggap remeh oleh ahli-ahli ilmu pengetahuan terpakai, anggapan ini tidak dapat dibenrkan sebab dua macam itu bukan dua hal yang bertentangan, tapi dua hal yang memiliki kesamaan yaitu sefat yang saling mengisi. Misalnya ilmu tehnik yang biasanya dimasukkan dalam golongan ilmu pengetahuan terpakai juga membutuhkan bantuan ilmu ilmu yang bersifat teoritis seperti fisika, aljabar dan ilmu ukur. 
Para ahli psikolgi pendidikan pada umumnya berpendapat bahwa psikologi pendidikan merupakan ilmu pengetahuan terpakai dan merupakan pengapdian psikologi dalam lapangan pendidikan. Para ahli psikologi pendidikan dalam menciptakan hokum teori selalu dilaksanakan dalam praktek pendidikan di sekolah. Dapat disimpulkan pula bahwa psikologi pendidikan dapat berperan sebagai teknik dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan.

4.  Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan

Psikologi pendidikan ini merupakan ilmu pengetahuan yang usianya sangat muda. Memang pada zaman Herbart dan Pestalozi sudah berusaha memasukan psikologi dalam lapangan pendidikan, akan tetapi cara kerja mereka masih didasarkan atas hasil renungan semata-mata tanpa diuji kebenarannya dengan penyelidikan empiris. Jadi psikologi pada zaman Herbart dan Pestalozi masih dalam lingkungan filsafat. Psilologi pendidikan baru merupakan ilmu yang sebenarnya dalam arti sebagai ilmu yang bersifat empiris, baru timbul pada abad ke 20. Thomdike orang yang pertama mengarang buku psikologi pendidikan yang didasarkan atas hasil-hasil penyelidikan empiris experimental pada tahun 1913. 
Dalam bukunya itu dikemukakan jelas hasil-hasil penyelidikan dan penggunaannya dalam lapangan pendidikan. Antara lain menegaskan pentingnya diciptakan alat-alat pengukuran kemajuan anak yang setepat-tepatnya dan seobyektif-obyektifnya. Dengan terbitnya buku ini mulailah psikologi pendidikan menjadi ilmu pengetahuan yang bersifat experimental, selain itu buku tersebut mendorong ahli lain mengadakan penyelidikan yang lebih luas dan lebih teliti, penyelidikan menyebabkan psikologi pedidikan mengalami perkembangan yang sangat pesat, sehingga ilmu ini sekarang telah merupakan lapangan spesialisasi.
Karena usianya relative belum lama, maka mengenai isi atau daerah psikologi pendidikan terdapat perbedaan yang besar. Tetapi perbedaan ini tidak perlu menimbulkan kekecewaan bagi mereka yang mepelajari psikologi pendidikan.
Menurut whitherington dalam bukunya “education psychology” dikatakan bahwa suatu ilmu yang sedang berkembang dan banyak mengalami penyelidikan pada berbagai daerahnya sudah selayaknya bila menimbulkan pandangan yang berbeda-beda. 
Tetapi bila kita menyelidikai isi buku-buku psikologi pendidikan sekarang maka akan kelihatan mengenai istilah yang dipakai sedangkan perbedaan mengenai materi dapat dikatakan tidak ada, jika ada perbedaan maka itu tidak terlalu penting. 
Oleh Glenn M. Blair dalam karangannya yang berjudul “The Vocabulary Of Educational Psychology” yang dimuat dalam Journal Of Educational Psycology bulan mei 1941, bahwa diantara ahli psikologi pendidikan tidak terdapat persetujuan mengenai istilah dan mengenai soal-soal nama yang dianggap penting. Dengan demikilan perbedaan-perbedaan ilmu lebih mencerminkan perbedaan individual dari perbedaan persoalan. Seorang pengarang yang menggunakan bahasa yang sederhana sedangkan pengarang lain menggunakan bahasa yang lebih teknis dengan maksid yang sama. Sekarang lebih cendrung untuk menggunakan istilah-istilah baru dalam psikologi pendidikan. Pada umumnya isi atau daerah psikologi pendidikan dapat dibagi menjadi 4 golongan :
a.    Pertumbuhan dan perkembangan individu yang dibicarakan diantaranya heriditet dan lingkungan perlengkapan dasar dan ajar manusia, teori-teori dari pertumbuhan dan perkembangan individu.
b.    Masalah belajar (bahasa pengajaran) dan perbuatan belajar. Ini termasuk pembatasan belajar bagaimana proses motif dan factor yang mempengaruhi hasil perbuatan belajar, methode belajar, teori belajar dan alat perlengkapannya yang akan dibahas secara tuntas dan mendalam lagi mendasar dikemudian.
c.    Pengukuran dan penilaian. Prinsip-prinsip dari testing, penggunaannya dalam pengkuran kecerdasan dan hasil-hasil perbuatan belajar faedah testing untuk pekerjaan sekolah.
d.    Penyuluhan dan bimbingan. Yang dibicarakan diantaranya dasar-dasar dari penyuluhan dan bimbingan, macamnya serta tujuannya termasuk persoalan mental – hygiene di sekolah.

5. Methode Psikologi Pendidikan
Perlu diketahui bahwa setiap situasi dalam psikologi pedidikan membutuhkan pendekatan dengn cara tertentu sesuai dengan sifat dan hakekat dari pada situasi itu. Jadi situasi yang berbeda membutuhkan  pendekatan yang berbeda pula. Dalam psikologi pendidikan methode-methode yang sering digunakan ada 9 macam :
a.    Methode Instopeksi.
     Methode ini merupakan methode yang tertua, metode ini dipergunakan untuk menyelidiki proses-proses kejiwaan pada diri sendiri; banyak para ahli yang tidak menggunakan methode ini karena memiliki beberapa kelemahan, diantaranya:
Ø  Pada waktu mengamati apa yang terjadi pada dirinya sendiri sebenarnya menghayati suatu obyek yang telah merupakan campuran proses yang sebenarnya diselidiki dari proses akibat melakukan penyelidikan.
Ø  Instropeksi mengandung sugesti karena pengaruh ini maka sering terjadi sesuatu yang sebenarnya masih belum jelas telah ditafsirkan sebagai sesuatu yang telah Nampak dengan jelas
Ø  Instropeksi tergantung pada ingatan sedangkan ingatan kita tidak 100% benar, akibatnya sering banyak yang dilupakan dan agar bias memberikan gambaran yang lengkap mengenai situasinya orang melengkapi dengan kerja fantasi.
Ø  Pada manusia ada kecendrungan untuk melindungi egonya, maka sering kali dia lupa menyampaikan hasil penghayatan mengenai dirinya yang sekiranya hasil itu mengganggu egonya.
Selain terdapat kelemahan methode ini mempunyai kelebihan yaitu:
Ø  Banyak gejala psikis yang hanya dapat diselidiki dengan methode instropeksi.
Ø  Bila orang disuruh mengadakan instropeksi dengan hanya memberi laporan mengenai gaaris besar dari pristiawa yang dialami pada umumnya laporan masih obyektif.
Ø  Instropeksi sebearnya merupakan dasar dari ekstropeksi, bila orang melukiskan hasil pengalamannya mengenai diri orang lain sebenarnya ia telah melukiskan apa yang dialami pada pada diri sendiri akibat melakukan pengamatan itu.
b.    Methode Observasi
Metode observasi adalah metode yang dilakukan dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap tingkah laku anak didik dalam situasi yang wajar, dilaksanakan dengan berencana, kontinyu dan sistematik, serta diikuti dengan upaya mencatat atau merekam secara lengkap. Dengan sifat wajar, berarti bahwa anak didik itu dalam keadaan tidak dibuat-buat dan tidak mengetahui anak didik itu sedang di observasi.
c.    Methode Eksperimen
Dengan metode eksperimen dengan sengaja diciptakan situasi buatan. Dalam pendidikan, dan pada situasi itu ditempatkan subjek penelitian tertentu. Kepada subjek di sampaikan perangsang-perangsang tentu untuk mendapatkan reaksi atau response tertentu. Kemudian respons itu di analisis untuk mendapatkan kesimpulan tertentu. Pada lazimnya digunakan dua kelompok subjek, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
d.    Methode Test
Metode tes dilakukan dengan memberikan tugas yang dilakukan oleh subjek, baik tugas tertulis maupun tugas lisan. Perbedaannya dengan eksperimen, eksperimen akan memperoleh prinsip umum yang berkenaan dengan seluruh subjek, atau akan diperoleh suatu genelralisasi, sedangkan tes akan memperoleh perbedaan sifat-sifat individual setiap subjek. Pada eksperimen dapat digunakan tes sebagai alat, sedang pada tes digunakan item-item atau pola untuk dilakukan oleh para subjek, dan tidak mungkin test menggunakan eksperimen. Ada beberapa macam test misalnya test intelegensi, test sikap, test situasi, test kecepatan reaksi, dan test hasil belajar dan sebagainya.
e.    Methode Angket
Kuesioner sering disebut juga angket (Prancis : enquete). Berupa daftar yang memuat sejumlah pertanyaan yang disampaikan kepada subjek untuk dikerjakan (dijawab). Jawaban-jawaban itu kemudian dianalisis dan disimpulkan. Pada umumnya jawaban itu sudah tersedia, sehingga subjek tinggal memilih jawaban yang tepat untuk setiap item. Ditinjau dari segi penjawab, dapat dibedakan atas dua macam, yaitu langsung (direct) dan tak langsung (indirect). Disebut langsung jika yang harus menjawab adalah subjek itu sendiri, dan disebut tak langsung jika yang menjawab harus menjawab adalah orang yang mengetahui hal-ihwalnya subjek itu.
f.    Methode Ilmiah
Merupakan prosedur yang sistematik dalam memecahkan permasalahan dan merupakan suatu pendekatan objektif yang terbuka untuk dikritik, dikonfirmasikan, dimodifikasi atau bahkan mungkin ditolak kebenarannya oleh penelitian berikutnya. Digunakan untuk menyelesaikan permasalahan perilaku yang lebih kompleks yang harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
g.    Methode Case Studi
datanya diperoleh dari kasus-kasus tertentu,
h.    Methode Klinis
Digunakan untuk mengumpulkan data secara lebih rinci mengenai perilaku penyesuaian dan kasus-kasus perilaku menyimpang.
i.     Methode Diferensial
Digunakan untuk meneliti perbedaan-perbedaan individual yang terdapat di antara anak didik. Menggunakan berbagai macam teknik pengukuran (contoh: tes, angket, dsb) serta menggunakan statistik untuk menganalisis.
          j.   Methode survey
          metode pengumpulan data dengan melakukan pengamatan ke lapangan dan diikuti dengan mengajukan pertanyaan kepada subyek/orang-orang tertentu

6. Dan Manfaat Psikologi Pendidikan Bagi Guru

Sebelum psikologi memasuki lapangan pendidikan orang beranggapan bahwa penguasaan mengenai bahan pelajaran yang akan diberikan kepada anak didik merupakan satu-satunya syarat yang harus dipenuhi sebagai guru termasuk calon guru. Pndapat yang demikian seakan-akan menganggap murid sebagai benda mati yang dapat diperlakukan menurut kehendak guru. Akan tetapi dengan perkembangan zaman ilmu pengetahuan psikologi pada umumnya dan psikologi anak pada khususnya, perkembangan ini disebabkan karena adanya penyelidikan yang bersifat empiris eksperimental dalam lapangan itu mulai berubah. Perubahan itu mulai timbul pada abad ke 19 orang mulai menyadri bahwa semua mata pelajaran yang mendalam yang dipelajari masih belum cukup untuk mejadi guru yang baik. Di samping itu perlu pengetahuan tambahan untuk menyiapkan guru yang propesional, pendapat baru itu makin lama makin luas pengaruhnya sehingga pada abad ke 20 ini negra-negara telah mendidik teaga-tenaga khusus untuk jabatan guru.

Selain memiliki kemampuan dalam bidang akademik seorang guru juga harus menguasai cara-cara yang baik untuk menyampaikan materi pembelajaran ditinjau dari segi psikologi dan pendidikan. Seorang guru yang tidak tau tentang syfat hakekat anak dan tidak tau cara memperlakukan anak sesuai dengan hakekatnya maka akan menyebabkan proses pembelajaran akan terhambat. Dengan uraian diatas jelaslah bahwa pengetahuan psikologi pendidikan merupakan salah satu pengetahuan yang perlu dipelajari dan dipahami oleh seorang guru agar dapat menjalankan tugas sebagai guru dengan cara yang sebaik-baiknya.

Terima Kasih Atas Kunjungannya Ke Blog "Media Maya"
Judul: Makalah Psikologi Pendidikan
Ditulis Oleh Budiman Ali Akbar
Jika artikel ini berguna untuk anda silahkan copy-paste dengan menyertakan link Makalah Psikologi Pendidikan ini. Terima kasih atas perhatiannya. Maaf jika ada kekurangan.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Berkomentar